Tampilkan postingan dengan label Sejarah Leadership. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Leadership. Tampilkan semua postingan
Kamis, 31 Mei 2012 | By: Adi W.B.A

Laporan Praktikum Pembuatan Koloid


PEMBUATAN KOLOID

Tujuan     : Membedakan serta memahami pembuatan koloid secara disperse dan                 kondensasi.

Teori        : Pengertian koloid
                 Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm ( 10-7 – 10-5 cm ).

Sifat-sifat Koloid        :
a.         Efek Tyndall
     Sifat pengahamburan cahaya oleh koloid di temukan oleh John Tyndall, oleh karena itu sifat ini dinamakan Tyndall. Efek dari Tyndall digunakan untuk membedakan system koloid dari larutan sejati,

b.    Gerak Brown
     Dibawah mikroskop ultra, partikel koloid akan tampak sebagai titik cahaya. Jika pergerakan titik cahaya atau partikel tersebut diikuti, partikel itu bergerak terus-menerus dengan gerakan zigzag. Hal ini pertama kali diamati oleh Robert Brown (1773-1858), seorang ahli botani inggris pada tahun 1827. Ia sedang mengamati butiran sari tumbuhan pada permukaan air dean mikroskop. Partikel koloid dalam medium pendispersinya disebut gerak brown.

c.     Adsorpsi koloid
     Partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas, maka partikel zat cair atau gas akan terakumulasi. Fenomena disebut adsorpsi. Jadi sdsorpsi terkait dengan penyerapan partikel pada permukaan zat. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel pendispersi pada permukaanya. Daya adsorpsi partikel koloid tergolong besar Karenna partikelnya memberikan sesuatu permukaan yang luas. Sifat ini telah digunakan dalam berbagai proses seperti penjernihan air.

d.    Muatan koloid
     Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan negatif). Maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. Partikel koloid tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral.

e.     Koagulasi
     Partikel-partikel koloid yang bersifat stabil karena memiliki muatan listrik sejenis. Apabila muatan listrik itu hilang , maka partikel koloid tersebut akan bergabung membentuk gumpalan. Proses penggumpalan partikel koloid dan pengendapannya disebut Koagulasi.

f.      Koloid pelindung
     Sistem koloid dimana partikel terdisperesinya mempunyai daya adsorpsi yang relatif besar disebut koloid liofil.

Pembuatan Koloid

    Ukuran partikel koloid berada di antara partikel larutan dan suspensi, karena itu cara pembuatannya dapat dilakukan dengan memperbesar partikel larutan atau memperkecil partikel suspensi. Maka dari itu, ada dua metode dasar dalam pembuatan sistem koloid, yaitu:

  - Metode kondensasi yang merupakan metode bergabungnya partikel-partikel kecil larutan sejati yang membentuk partikel-partikel berukuran koloid

     - Metode dispersi yang merupakan metode dipecahnya partikel-partikel besar sehingga menjadi partikel-partikel berukuran koloid.

Pemurnian Koloid

     Seringkali terdapat zat-zat terlarut yang tidak diinginkan dalam suatu pembuatan suatu sistem koloid. Partikel-partikel tersebut haruslah dihilangkan atau dimurnikan guna menjaga kestabilan kolid. Ada beberapa metode pemurnian yang dapat digunakan, yaitu:

a.    Dialisis

     Dialisis adalah proses pemurnian partikel koloid dari muatan-muatan yang menempel pada permukaannya. Pada proses dialisis ini digunakan selaput semipermeabel.

b. Elektrodialisis
    
    Pada dasarnya proses ini adalah proses dialysis di uh medan listrik.

c.    Penyaring Ultra
     Partikel-partikel kolid tidak dapat disaring biasa seperti kertas saring, karena pori-pori kertas saring terlalu besar dibandingkan ukuran partikel-partikel tersebut. Tetapi, bila kertas saring tersebut diresapi dengan selulosa seperti selofan, maka ukuran pori-pori kertas akan sering berkurang. Kertas saring yang dimodifikasi tersebut disebut penyaring ultra.

Alat dan Bahan    :



Cara Kerja :
Percobaan A  : Pembuatan Sol dengan Cara Dispersi 

a.     Sol belerang dalam air
1.    1 bagian gula dengan 1 bagian belerang dicampurkan,lalu gerus dengan alu dan lumpang sampai halus
2.    Diambil 1 bagian campuran diatas dan campurkan kembali dengan 1 bagian gula, lalu gerus kembali sampai halus.
3.    Dan ulangi langkah nomor 2 sampai empat kali. Lalu, ambil 1 bagian campuran keempat dan tuangkan campuran itu ke dalam gelas kimia yang berisi 50 ml air. Kemudian aduk campuran ini. Amati hasilnya.

b.     Sol agar-agar dalam air
1.    Ambil agar-agar sebanyak 2 spatula kaca dan larutkan ked lam gelas kimia yang berisi 25 ml air mendidih.
2.    Dinginkan campuran tersebut dan perhatikan apa yang terjadi. Cara ini disebut peptisasi.

Percobaan B  : Pembuatan sol dengan cara kondensasi
1.    50 ml air dalam gelas kimia 100 ml dipanaskan sampai mendidih.
2.    Lalu tambahkan larutan FeCl3 jenuh setetes demi setetes sambil diaduk hingga larutan berubah warna menjadi merah kecoklatan. Amati hasilnya.

Percobaan C  : Pembuatan emulsi     
1.    1 ml minyak tanah dan 5 ml air dimasukan ke dalam suatu tabung reaksi, lalu disumbang dengan tutup gabus atau karet. Guncangan tabung dengan keras. Letakan tabung reaksi di rak.
2.    1 ml minyak tanah, 5 ml air dan 15 tetes sabun dimasukan ke dalam tabung reaksi lain, lalu disumbang dengan tutup gabus atau karet. Guncangan tabung dengan keras. Letakan tabung reaksi di rak. Amati kedua tabung tersebut.

Hasil Pengamatan         :


Pertanyaan :

1.    Jelaskan perbedaan pembuatan koloid secara disperse dan kondensasi !
Jawab : Metode kondensasi yang merupakan metode
bergabungnya partikel-partikel kecil larutan sejati yang
membentuk partikel-partikel berukuran koloid.Metode dispersi
yang merupakan metode dipecahnya partikel-partikel besar
sehingga menjadi partikel-partikel berukuran koloid.

2.    Apa fungsi gula dalam pembuatan belerang?
Jawab : Fungsi gula adalah untuk memudahkan
menghaluskan/memecah butiran belerang menjadi partikel
partikel koloid.Setelah campuran dimasukan dalam air gula
akan larut sedangkan belerang tidak larut menghasilkan sol
belerang.

3.    Apa yang terjadi pada saat larutan FeCl3 jenuh diteteskan kedalam air mendidih? Tuliskan reksi kimianya!
Jawab : Campuran air mendidih dengan FeCL3 lebih kental.

            FeCl3 + H2O          Fe(OH)3 +HCl

Kesimpulan         :

Dari percobaan yang telah kami buat, kami dapat
membedakan serta memahami pembuatan koloid secara
disperse dan  kondensasi.

Anggota Kelompok : Adi, Afif, Alifaresa, Arkan, Diah












Senin, 09 Mei 2011 | By: Adi W.B.A

Kunjungan Ke KOPASUS dan Marinir TNI di Tanjung Priuk


Pada tanggal 8 mei 2011 saya bersama teman sekolah saya, kunjungan tersebut sebagai wujud kami sebagai pemuda indonesia yang cinta tanah air dan cinta bahari.

Sampai di sana para TNI sangat antusias dengan kedatangan kami, kami ke sana tidak hanya bersama teman sekolah tetapi juga bersama sekolah lain di sekitar Tambun dan bekasi.

Kami dibagi menjadi 3 grup , kami di bawa ke pulau terpencil yang digunakan sebagai markas mereka. di sana kemi melakukan APEL pembukaan bersama para Prajurit, Sersan, sampai Letnan angkatan laut, sayangnya kami tidak dapat bertemu dengan Panglima mereka.

Kami selama di sana diberi wawasan mengenai TNI AL mulai dari definisi, syarat masuk, divisi2x, sampai Sejarah tugas mereka, mereka mengabdi pada negara tetapi tidak mempublikasikan jasa mereka sungguh keren sekali mereka.

Di sana kami juga mendapat beberapa latihan TNI AL seperti memanjat Jaring raksasa , Fungsi peralatan seragam TNI AL, memberi Hormat pada atasan sampai bagaimana membetulkan posisi sekoci jika terbalik.

Tak lupa kami juga mengunjungi kapal perang mereka, ternyata mereka sudah melakukan patroli sampai laut Cina dan menangkap nelayan nakal dari negara tetangga.

Akhir Cerita kami sangat Senang di sana dan kami semakin kagum terhadap negara Indonesia.
Minggu, 24 April 2011 | By: Adi W.B.A

Atlantis

Atlantis, Atalantis, atau Atlantika (bahasa Yunani: Ἀτλαντὶς νῆσος, "pulau Atlas") adalah pulau legendaris yang pertama kali disebut oleh Plato dalam buku Timaeus dan Critias.[2]

Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar "di seberang pilar-pilar Herkules", dan memiliki angkatan laut yang menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra "hanya dalam waktu satu hari satu malam".

Atlantis umumnya dianggap sebagai mitos yang dibuat oleh Plato untuk mengilustrasikan teori politik. Meskipun fungsi cerita Atlantis terlihat jelas oleh kebanyakan ahli, mereka memperdebatkan apakah dan seberapa banyak catatan Plato diilhami oleh tradisi yang lebih tua. Beberapa ahli mengatakan bahwa Plato menggambarkan kejadian yang telah berlalu, seperti letusan Thera atau perang Troya, sementara lainnya menyatakan bahwa ia terinspirasi dari peristiwa kontemporer seperti hancurnya Helike tahun 373 SM atau gagalnya invasi Athena ke Sisilia tahun 415-413 SM.

Masyarakat sering membicarakan keberadaan Atlantis selama Era Klasik, namun umumnya tidak mempercayainya dan kadang-kadang menjadikannya bahan lelucon. Kisah Atlantis kurang diketahui pada Abad Pertengahan, namun, pada era modern, cerita mengenai Atlantis ditemukan kembali. Deskripsi Plato menginspirasikan karya-karya penulis zaman Renaissance, seperti "New Atlantis" karya Francis Bacon. Atlantis juga memengaruhi literatur modern, dari fiksi ilmiah hingga buku komik dan film. Namanya telah menjadi pameo untuk semua peradaban prasejarah yang maju (dan hilang).

Artikel ini akan diupdate jika menemukan informasi baru

Tujuh Keajaiban Dunia

Tujuh Keajaiban Dunia biasanya menunjuk ke Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Pencetus awal daftar ini adalah Antipater Sidon, yang membuat daftar struktur dalam sebuah puisi (sekitar 140 SM).

"Aku telah melihat tembok Babilonia yang agung yang di atasnya terbentang jalanan untuk kereta-kereta perang, dan patung Zeus di Alfeus, dan taman-taman gantung, dan Kolosus Matahari, dan karya besar yang membangun piramida-piramida tinggi, serta kuburan yang besar dari Mausolus; namun ketika aku melihat rumah Artemis yang menjulang ke awan-awan, yang lain itu semuanya kehilangan keindahannya, dan aku berkata, 'Tengoklah, selain Olympus, Matahari tidak pernah lagi melihat apapun yang sedemikian agung.'" (Antipater, Greek Anthology IX.58)

Sejarawan Herodotus, orang pintar Callimachus dari Kirene (kira-kira 305 SM - 240 SM), teknisi Filon dari Bizantium telah membuat daftar yang lebih awal namun tulisan-tulisan ini tidak ada yang terselamatkan, kecuali hanya sebagai referensi.

Enam set Tujuh Kejaiban

Ada beberapa pertentangan di antara sumber mengenai Tujuh Keajaiban Dunia, dan dengan alasan yang cukup baik. Setiap zaman telah menambah beberapa pencapaian dan penemuan, memberikan kita banyak keajaiban untuk dilihat dan dikagumi. Banyak orang beranggapan ada enam set Keajaiban Dunia.

1. Keajaiban Dunia Kuno
2. Keajaiban Dunia Pertengahan
3. Keajaiban Dunia Alami
4. Keajaiban Dunia Bawah Air
5. Keajaiban Dunia Modern
6. 7 Keajaiban Dunia Baru

Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, dengan Pharos Aleksandria, berasal dari zaman Pertengahan. Menurut daftar Antipater tertulis Tembok Babylon dan bukan menara lampu. Dalam urutan sesuai huruf:

1. Colossus Rodos — patung Helios yang sangat besar, dibuat sekitar tahun 292–280 SM oleh Chures, sekarang Yunani.
2. Taman Gantung Babilonia — dibuat oleh Nebukadnezar II, sekitar abad ke-8 SM–abad ke-6 SM, sekarang Irak.
3. Mausoleum Mausolus — makam Mausolus, satrap Persia, Caria, dibuat pada tahun 353–351 SM, di kota Halicarnassus, sekarang Bodrum, Turki.
4. Mercusuar Iskandariyah — mercusuar dibangun sekitar tahun 270 SM di pulau Pharos dekat Alexandria pada masa pemerintahan Ptolemeus II oleh arsitek Yunani Sostratus, sekarang Mesir.
5. Piramida Giza — dipakai sebagai makam untuk firaun Mesir Khufu, Khafre, dan Menkaure, sekarang Mesir. Dibangun pada dinasti ke-4 Mesir (sekitar 2575– sekitar 2465 SM)
6. Patung Zeus — berada di Olympia, dipahat oleh pemahat Yunani Fidias, kira-kira 457 SM sekarang Yunani.
7. Kuil Artemis — 550 SM, di Efesus, sekarang Turki.

Tujuh Keajaiban Dunia Kuno

Piramida Piramida Agung Giza
Taman Gantung Taman Gantung Babilonia
Patung Zeus Patung Zeus di Olympia
Kuil Artemis Kuil Artemis di Efesus
Mausoleum Mausolus Mausoleum Mausolus
Colossus Colossus Rodos
Mercusuar Iskandariyah Mercusuar Iskandariyah

Dua dari masing-masing keajaiban dunia sekarang berada di wilayah Yunani, Mesir, dan Turki, dan satu berada di Irak. Satu satunya keajaiban dunia kuno yang masih bertahan adalah pembuatan pertama, Piramid Giza. Keajaiban dunia kuno yang berumur paling pendek adalah Colossus of Rhodes, yang hanya bertahan selama 56 tahun sebelum dihancurkan oleh gempa bumi. Ada beberapa perdebatan tentang apakah Taman Gantung Babilonia pernah dibangun.
Keajaiban Dunia Pertengahan

Setelah keruntuhan peradaban kuno, ingatan akan keajaiban dunia kuno yang hancur perlahan menghilang. Kaum cerdik-pandai dan filsuf meninjau ulang dan menulis kembali daftar keajaiban, menghilangkan yang lama dan menggantikannya dengan "yang baru dibuat" sementara kisah mereka menyebar. Setelah beberapa abad sebuah konsensus muncul dalam bentuk daftar Tujuh Keajaiban Pikiran Pertengahan:

1. Katakombe Kom el Shoqafa
2. Colosseum
3. Tembok Besar China
4. Hagia Sophia
5. Menara miring Pisa
6. Menara porselen Nanjing (Nanjing, Cina)
7. Stonehenge (Skotlandia, Britania Raya)

Keajaiban alam

Sama dengan daftar keajaiban dunia lainnya, tidak ada kesepakatan akan daftar tentang keajaiban alam dunia. Salah satu dari daftar keajaiban dunia alami disusun oleh CNN:[1]

1. Grand Canyon
2. Great Barrier Reef
3. Pelabuhan Rio de Janeiro
4. Mount Everest
5. Northern Lights
6. Volkano Paricutín
7. Air terjun Victoria

Keajaiban bawah air

Meskipun keajaiban dunia bawah laut adalah keajaiban dunia alami dan tidak dibuat oleh manusia; keajaiban di bawah ini bisa berada di dalam laut, di bawah permukaan laut, atau dikelilingi oleh perairan.

1. Karang Penghalang Belize
2. Deep-Sea Vents
3. Kepulauan Galapagos
4. Karang Penghalang Besar
5. Danau Baikal
6. Laut Merah Utara
7. Palau

Keajaiban modern


Banyak orang sudah menyusun daftar Keajaiban dunia modern (Sekarang). Daftar yang paling umum adalah:

1. Terowongan Channel (Britania Raya dan Perancis)
2. Menara CN (Toronto, Kanada)
3. Empire State Building (New York, Amerika Serikat)
4. Jembatan Golden Gate (San Francisco, AS)
5. Dam Itaipu (Brazil dan Paraguay)
6. Borobudur (Indonesia)
7. Terusan Panama (Panama)

Tujuh Keajaiban Dunia Baru

Tembok Besar Tiongkok
Petra
Patung Kristus Penebus
Machu Picchu
Chichén Itzá
Colosseum
Taj Mahal
Piramid Giza
Selasa, 08 Februari 2011 | By: Adi W.B.A

PANCASILA DALAM BAHASA DAERAH

PANCASILA DALAM BAHASA DAERAH

Pancasila (Jawa Ngoko)
siji: Gusti Alllah ora ono koncone
loro: Dadi wong kudu sing adil lan ojo kejem-kejem
telu: Indonesia bersatu kabeh
papat: karo tonggo-tonggo nek ono masalah diomongno bareng-bareng
limo: mangan ga mangan sing penting kumpul

Pancasila (Sunda)
hiji: Gusti Allah nu ageng pisan
dua: ka sorangan teh sikapna kudu sami, ulah di beda-beda keun
tilu: Indonesiakuduna mah jadi hiji!
opat: Rakyat Indonesiasaena pang mutuskeun sesuatu teh disepakat keun heula. Biar bager lan bijaksana
lima: Ceunah teh sikap sosialna kudu adil hiji sareng lainna.

Pancasila (Batak Toba)
1. Dang adong na pajago-jagohon di jolo ni Debata
2. Maradat tu sude jolma
3. Punguan ni halak Indonesia
4. Marbadai … marbadai, dungi mardame
5. Godang pe habis saotik pe sukkup

Poncosilo (jawa kromo)
kaping setunggal: Gusti ingkang Maha satunggal
Kaping kalih: Tiang ingkang Adil lan beradab
kaping tiga: persetunggalan Indonesia
kaping sekawan: Kerakyatan ingkang dipimpin kaliyan hikmat lan kewicaksonoan dateng permusyawaratan kang diwakilkan.
kaping gangsal:Adil kang sosial kangge sakabehe tiyang Indonesia

Pancasila (Palembang)
sute: Tuhan ne sute tu’la
due: jelme harus khapat same rate
tige: jelme Indones iane bersatu padu
empat: jeleme Indonesiane diketuci ngai hikmah dimane ngedapatkan jawaban dadi gegale masalah
Leme: kesameratean hidup ne jelmekangok Indonesia..

Pancasila (Ambon)
1. Torang samua tawu cuma ada Tuang Allah yaitu Tete manu.
2. Orang ambon samu harus tau adat
3. acang deng obet harus bisa bakubae
4. Paitua deng maitua harus bae-bae di rumah rakyat
5. samu harus bisa jaga diri karna ambon lapar makan orang.

Pancasila (Manado)
1. Cuma boleh ba satu Tuhan
2. Selalu adil kong ja pake ontak
3. Torang samua satu, Bangsa Indonesia
4. Tu rakyat musti slalu bakumpul kong bicara bae2 spy slalu ada kaputusan gagah yg semua trima deng nang hati.
5. Voor seluruh rakyat Indonesia, nyanda ada tu jabaku kase beda2 perlakuan.

Pancasilo (Padang)
ciek: bintang Basagi Limo
duo: rantai pangikek kudo
tigo: pohon baringin gadang ta’mpek kito bacinto
ampek: kapalo banteng bataduk duo
limo: padi jo kapeh pambaluik nan luko
Sabtu, 31 Juli 2010 | By: Adi W.B.A

Leadership Dalam Islam

Kepemimpinan Islam
Persoalan adanya reaksi terhadap kepemimpinan umat manusia sebagai khalifah Allah di atas bumi ini, menurut saya merupakan persoalan yang sudah ada semenjak Allah ingin menjadikan anak cucu Adam as. sebagai kalifahNya di bumi ini. Ada dua jenis reaksi yang muncul yang dapat kita lihat berdasarkan petunjuk yang kita dapatkan dalam ayat-ayat Allah. Pertama, bentuk reaksi yang muncul yang diwakili oleh para malaikat. Malaikat sempat protes kepada Allah, karena sangsi akan kemampuan manusia dalam mengemban amanah tersebut. Kedua, adalah reaksi penolakan yang diperlihatkan iblis ketika Allah memerintahkannya untuk sujud kepada Adam as. Ada perbedaan mendasar yang melatarbelakangi ke dua reaksi tersebut. Keraguan malaikat dilatarbelakangi oleh keterbatasan pengetahuannya tentang kemampuan atau kualitas-kualitas yang dimiliki oleh manusia. Baru setelah Adam menjelaskan “nama-nama” kepada malaikat sebagaimana diperintahkan Allah, sadarlah malaikat dan akhirnya menerima sepenuhnya ke khalifahan Adam tanpa keraguan lagi. Kemampuan Adam untuk menjelaskan tentang nama-nama ini menunjukkan kualitas potensi jiwa dan pengetahuan yang dimiliki oleh seorang khalifah yang mewujud secara nyata ke dalam dirinya dalam rangka mengemban tugasnya di bumi ini. Berbeda dengan malaikat, iblis karena sombongnya, merasa bahwa dirinya lebih memilki kualitas dan kemampuan untuk mengemban amanah tersebut. Dibalik itu iblis juga menyembunyikan kedengkiannya kepada Adam, karena Allah meletakkan kekhalifan kepada Adam dan bukan kepada dirinya, padahal selama ini ia telah menunjukkan ketekenunnya bertasbih dan memuji kepada Allah. Iblis akhirnya terus meneguhkan sikap penolakannya, tidak mau bertobat dan bahkan memproklamirkan kebulatan tekadnya untuk menyesatkan manusia. Apa yang ingin saya sampaikan dibalik peristiwa tersebut adalah, bahwa persoalan Khalifah Allah, adalah persoalan yang menjadi kewenangan mutlak Allah. Sosok Khalifah adalah sosok manusia yang dipilih dan ditunjuk oleh Allah, seorang utusan Allah, dengan kualitas-kualitas & kemampuan yang dapat ia buktikan dan ia tunjukkan berkaitan dengan “nama-nama”, sehingga umat manusia dapat menyaksikannya. Penunjukkan Allah kepada Adam as. sebagai khalifah di bumi ini beserta kualitas-kualitas yang merupakan syarat mutlak bagi keberadaan seorang khalifah, sesungguhnya merupakan “benang emas” sebuah ketetapan bagi kelangsungan dan keharusan keberadaan seorang khalifah/imam setelah terhentinya pengutusan Nabi dan Rasul. Ketetapan disini tidak terbatas pada persyaratan kualitas yang harus dimiliki, tetapi lebih dari itu menunjuk kepada jati diri mereka yang memang dipilih dan ditunjuk untuk itu. Ibarat dua sisi pada satu mata uang. Dalam sejarah umat islam, persoalan khalifah/imam ini memunculkan dua keyakinan yang berbeda. Dan karena persoalan inilah sepertinya umat islam sulit untuk bersatu.


Kewajiban Mengangkat Khalifah
Sampai saat ini, perjalanan dakwah sering dihadapkan pada berbagai tantangan, rintangan, kendala, bahkan tuduhan keji dan fitnah dari pihak Barat kafir, rezim penguasa sekular, maupun dari kalangan Muslim sendiri. Tampaknya, benih kebangkitan Islam yang kian menyebar telah membuat musuh-musuh Islam juga gencar dalam menancapkan makar-makar sesat untuk membendung laju kebangkitan umat ini. Pihak Barat yang kafir itu tahu bahwa umat ini hanya akan bangkit ketika umat bersatu padu dalam sebuah institusi Daulah Khilafah yang menjamin langgengnya kehidupan Islam. Potensi ini akan terus mereka tutupi agar orang Muslim semakin menjauh dari metode kebangkitan ini. Berbagai fitnahan pun terlontar dari Barat yang kafir, mulai dari pelabelan teroris bagi pengemban dakwah sampai menebarkan racun pemikiran ke tubuh kaum Muslimin berupa paham demokrasi, HAM, liberalesme, gender dan nasionalisme. Bahkan mereka acapkali pula menyerang negara lain dengan kekuatan militer yang menjadi legal di atas jargon yang seolah tampak manis ini. Celakanya, tantangan dan rintangan dalam menghambat derap langkah perjuangan dakwah juga muncul dari kalangan Islam sendiri. Tantangan, rintangan, kendala, bahkan fitnahan dari Barat kafir terhadap perjuangan dakwah lebih disebabkan oleh ketakutan mereka terhadap kebangkitan ideologi Islam dan tegaknya kembali Daulah Khilafah Islamiyah yang akan mengancam eksistensi mereka di masa depan. Sedangkan rintangan dan fitnahan dari kalangan Islam sendiri lebih disebabkan antara lain karena kesalahpahaman akibat tidak sepenuhnya mendalami arti pentingnya eksistensi Daulah Khilafah Islamiyah bagi kaum Muslim. Dan atau disebabkan pula oleh kedengkian mereka terhadap para pengemban dakwah yang akan mengancam kekuasaan penguasa yang selama ini tidak berlandaskan Islam, walaupun mereka juga Muslim. Karena itu, tulisan ini akan mengulas sebuah hadis riwayat Muslim yang mengkhabarkan betapa wajibnya kaum Muslimin untuk mengangkat seorang Khalifah. Sehingga kita semakin memahami urgensi institusi Daulah Khilafah Islamiyah yang kian mendesak untuk kita wujudkan. Berikut saya nukilkan sebuah artikel Yahya Abdurrahman yang berjudul ”Kewajiban Mengangkat Khalifah”. Semoga pemaparan ini semakin menumbuhkan motivasi juang kita untuk berupaya melaksanakan kewajiban agung ini. InsyaAllah! Untuk melihat artikel yang telah saya sarikan tersebut, Antum rahimakumullah dapat meniliknya di salah satu postingan blog saya yang berjudul ”Kewajiban Mengangkat Khalifah” di http://frenky.web.ugm.ac.id/. Semoga bermanfaat! :wink:



Keharusan adanya kalifah atau imam atau “ulil amri” bagi ummat islam, memang sama-sama sudah kita ketahui. dan ummat islam diwajibkan untuk mentaati-nya. Al Qur’an menyatakan, “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan Ulil Amri di antara kamu ...”. Uli di sini bukan menunjuk kepada seluruh ummat islam, tetapi sebagian dari ummat islam yang memiliki kualifikasi atau memenuhi persyaratan sebagai seorang pemimpin atau imam. Jadi, memang ada sebagian dari ummat islam yang memperoleh mandat dari Allah, untuk menduduki posisi sebagai pemimpin ummat atau imam. Adalah kewajiban Allah untuk menjamin keberadaan dan kelangsungan seorang imam, karena Allah telah mewajibkan bagi ummat islam untuk memberikan ketaatan kepada Imam tersebut. Al Qur’an juga memberikan ciri-ciri yang jelas menyangkut kualitas seorang Imam, sehingga ketaatan hanya diberikan kepada sosok Imam yang benar-benar memiliki kualitas-kualitas yang dijelaskan tersebut. Tidak mungkin kita memberikan ketaatan kepada sesuatu yang menyesatkan, kebodohan, kezaliman atau tidak mengindahkan syari’at, sebagaimana pula tidak mungkin kondisi-kondisi tersebut terdapat dalam sosok Imam. Selain itu, kehadiran sosok Imam merupakan suatu keharusan, karena di tangan Imam-lah, dapat terbina tatanan masyarakat dan tatanan kehidupan yang dibimbing dan dipagari oleh syari’at. Tetapi sebagaimana yang disinggung oleh sdr. Tehrani, keharusan adanya sosok Imam yang memiliki kewenangan dalam mengatur persoalan-persoalan ummat islam, membimbing dan mengarahkan ummat agar berjalan di atas jalan hidup sesungguhnya sebagaimana yang digariskan oleh Allah, telah membagi ummat islam ke dalam dua kelompok besar yang memiliki keyakinan yang berbeda menyangkut siapa yang berhak dan lewat cara bagaimana seseorang memperoleh keabsahannya sebagai Imam. Saudara kita dari mazhab Syi’i, meyakini bahwa kedudukan Imam, adalah persoalan yang menjadi hak sebagian anggota keluarga di antara keluarga Nabi (Ahlul Bait), yang penunjukkannya didasarkan kepada ketetapan Ayat dan lewat jalan wasiat secara berantai. Syi’ah menyakini bahwa hak Imam ada pada Ali Bin Abi Thalib, dan seterusnya sampai imam yang terakhir atau yang ke-12. Untuk mendalami masalah ini, kita bisa membaca buku karangan Ali Syari’ati, “Ummah dan Imamah” (penerbit, Mizan). Sedangkan ummat islam dari golongan Sunni meyakini bahwa kedudukan Imam diperoleh melalui jalan pemilihan dan pengangkatan dengan merujuk kepada peristiwa sejarah di Saqifah, setelah wafatnya Nabi saw. Baik Syi’ah maupun Sunni, mengemukakan dalil syar’i dan argumentasi akal versi mereka masing-masing untuk menjelaskan apa yang mereka yakini tersebut. Perbedaan keyakinan terhadap persoalan ini yang hingga sekarang ini, yang menurut saya, memustahilkan ummat islam untuk bersatu di bawah satu kepemimpinan. Penjelasan singkat sdr. Tehrani mengenai keberadaan kalifah dengan melihat saat pertama kali, Allah hendak menempatkan kalifah di muka bumi ini, bisa saja menjadi titik terang untuk lebih dapat mengungkap bagaimana sebenarnya petunjuk wahyu dan petunjuk Nabi saw. di dalam mendudukkan persoalan kalifah atau imamah ini. Bagi saya, sementara ini, penjelasan yang paling masuk akal mengenai konsep imamah versi syi’ah yang dapat saya terima adalah pandangan Ali Syari’ati dalam buku karangannya “Ummah dan Imamah”. Di samping itu dalam pemahaman saya sekarang ini, kualifikasi pengetahuan akan “nama-nama” sebagai persyaratan paling utama bagi seorang kalifah, yang merujuk kepada melekatnya manifestasi nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan Allah dalam diri seorang kalifah, begitu pula penguasaan ilmu dan pengetahuan yang merupakan manifestasi dari nama-nama Allah, bukanlah kualifikasi yang dapat dimiliki oleh setiap muslim secara umum, tetapi lebih kepada orang-orang pilihan yang memang dikehendaki Allah, sebagaimana berlaku pada Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul. Dan setiap muslim-pun mengakui, terlepas apakah ia dari mazhab Syi’ah atau Sunni, bahwa Ali bin Abi Thalib pada saat setelah Nabi wafat, adalah orang yang paling mengetahui rahasia-rahasia wahyu, paling zuhud, paling menjaga diri dan hatinya dari keburukan, paling tinggi ilmunya, sehingga Nabi mengatakan, “Aku adalah kota ilmu, sedang Ali adalah pintunya. Barangsiapa yang ingin masuk ke dalam kota, maka harus melalui pintunya”. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi mengatakan, “Ikutilah cara-caraku dan cara-cara kalifah-kalifah yang lurus dan terpimpin”. Yang menjadi pertanyaan kita, adakah pada saat itu, seseorang yang dapat menandingi Ali dalam hal kelurusannya dan keterpimpinannya?, sementara Nabi telah mengatakan, “barangsiapa yang ingin masuk ke dalam kota ilmu, maka harus melalui pintunya”. Dialah Ali bin Bin Thalib, dan bukan yang lain. Pada saat setelah Nabi saw. wafat, maka kaum muslimpun bereaksi sebagaimana reaksi yang ditunjukkan oleh Malaikat dan Iblis ketika Allah hendak menempatkan Adam sebagai kalifah di bumi. Selebihnya, mereka mengikuti apa yang mereka tidak mengetahui ilmunya.

Sumber :http://kitasatu.16.forumer.com

How To increase Leader Skill

Cara Mengembangkan ilmu Memimpin.

1. Jadilah orang yang displin, baik displin waktu, peraturan, rencana hidup, dan konrol emosi.
2. Ikutlah berpatisipasi dalam event organizer apapun yang anda dapat sanggupi persyaratannya.
3. Intropeksi diri setiap berbuat sesuatu
4. Belajar mengindentifikasi sifat sifat Orang
5. Manfaatkan setiap kesempatan jika diberi tugas memimpin suatu kelompok.

7 Keterampilan Memimpin

7 Keterampilan Leadership
. Mengenal Diri: Ilmu yang mempelajari bagaimana mengenal diri sebagai mahkluk Allah juga mengenal penciptanya dan Makhluk - Makhluknya...

. Komunikasi : Ilmu yang mempelajari bagaimana berkomunikasi dengan sesama makhluk dan makhluk lainnya baik secara verbal atau non verbal.

. Menyatu Dengan Yang Lain : Ilmu yang mempelajari bagaimana cara untuk dapat diterima dan dipercaya oleh makhluk Allah.

. Belajar Untuk Belajar : Ilmu yang mempelajari proses cara belajar yang baik untuk kita sendiri agar kondusif dan dapat dikuasai secara maksimal.

. Membuat Keputusan : Ilmu yang mempelajari bagaimana langkah langkah mengambil keputusan untuk menyelesaikan suatu masalahh.

. Mengatur : Ilmu yang mempelajari bagaimana mengatur baik diri sendiri ataupun orang lain.

. Bekerja Dalam Kelompok : Ilmu yang mempelajari bagaimana menempatkan diri kita sendiri dalam sebuah kelompok agar tujuan dapat tercapai.

Sejarah Leadership

Sejarah Leadership

The search for the characteristics or traits of leaders has been ongoing for centuries. Mencari karakteristik atau ciri-ciri pemimpin telah berlangsung selama berabad-abad. History's greatest philosophical writings from Plato's Republic to Plutarch's Lives have explored the question of "What qualities distinguish an individual as a leader?" terbesar tulisan-tulisan filosofis Riwayat dari Republik Plato untuk Plutarch's Lives telah meneliti pertanyaan "Apa yang membedakan kualitas individu sebagai seorang pemimpin?" Underlying this search was the early recognition of the importance of leadership and the assumption that leadership is rooted in the characteristics that certain individuals possess. Mendasari pencarian ini adalah pengakuan awal pentingnya kepemimpinan dan asumsi bahwa kepemimpinan berakar pada karakteristik yang memiliki individu-individu tertentu. This idea that leadership is based on individual attributes is known as the "trait theory of leadership." Ide bahwa kepemimpinan didasarkan pada atribut individu dikenal sebagai teori sifat "kepemimpinan."

This view of leadership, the trait theory, was explored at length in a number of works in the previous century. Pandangan kepemimpinan, teori sifat, sedang dieksplorasi panjang lebar dalam sejumlah karya di abad sebelumnya. Most notable are the writings of Thomas Carlyle and Francis Galton , whose works have prompted decades of research. Paling penting adalah tulisan-tulisan dari Thomas Carlyle dan Francis Galton , yang karya-karyanya telah mendorong beberapa dekade penelitian. In Heroes and Hero Worship (1841), Carlyle identified the talents, skills, and physical characteristics of men who rose to power. Dalam Pahlawan dan Hero Ibadah (1841), Carlyle mengidentifikasi bakat, keterampilan, dan karakteristik fisik dari orang-orang yang naik ke tampuk kekuasaan. In Galton's (1869) Hereditary Genius , he examined leadership qualities in the families of powerful men. Dalam Galton's (1869) Genius keturunan, ia memeriksa kualitas kepemimpinan dalam keluarga orang-orang berkuasa. After showing that the numbers of eminent relatives dropped off when moving from first degree to second degree relatives, Galton concluded that leadership was inherited. Setelah menunjukkan bahwa jumlah keluarga unggulan diturunkan ketika bergerak dari tingkat pertama untuk kerabat tingkat kedua, Galton menyimpulkan kepemimpinan yang diwarisi. In other words, leaders were born, not developed. Dengan kata lain, para pemimpin lahir, tidak dikembangkan. Both of these notable works lent great initial support for the notion that leadership is rooted in characteristics of the leader. Kedua dari karya-karya terkenal memberikan dukungan awal yang besar untuk gagasan bahwa kepemimpinan berakar pada karakteristik pemimpin.

For decades, this trait-based perspective dominated empirical and theoretical work in leadership. Selama beberapa dekade, ini berbasis didominasi perspektif sifat dan teoritis bekerja empiris dalam kepemimpinan. Using early research techniques, researchers conducted over a hundred studies proposing a number of characteristics that distinguished leaders from nonleaders: intelligence, dominance, adaptability, persistence, integrity, socioeconomic status, and self-confidence just to name a few. Menggunakan teknik penelitian awal, peneliti melakukan lebih dari seratus studi mengusulkan sejumlah karakteristik yang membedakan pemimpin dari nonleaders: kecerdasan, dominasi, kemampuan beradaptasi, ketekunan, integritas, status sosial ekonomi, dan keyakinan diri hanya untuk beberapa nama.
Jumat, 30 Juli 2010 | By: Adi W.B.A

5 Opinion about Leadership

5 opini Leadership

Self Leadership - Memimpin Diri Sendiri

"Ciptakanlah Sebuah Film Kehidupan Anda Seperti Yang Anda Angan-Angankan."

1.Hidup adalah sebuah proses menuju harapan dan impian yang sering sekali harus dilalui dengan berbagi jalan kemenangan, kemunduran, masalah, kekecewaan, keuntungan dan kerugian. Berbagai jalan tersebut sering sekali muncul begitu saja dan selalu menjadi sesuatu hal yang berada di luar kendali diri. Oleh karena itu, Anda harus punya kekuatan mental dan fisik yang luar biasa untuk dapat menaklukkan berbagai hambatan menuju harapan dan impian hidup Anda. Anda harus dapat memimpin diri sendiri untuk mendengarkan suara di dalam diri Anda dan menyadari bahwa Anda punya banyak pilihan dalam hidup Anda.

2. Memimpin diri sendiri berarti Anda harus menemukan kejelasan visi hidup Anda. Anda harus fokus pada visi kehidupan Anda dan selalu percaya diri untuk menemukan sukses Anda dimanapun sukses itu berada.

3.Memimpin diri sendiri berarti Anda sendiri yang menulis skenario kehidupan Anda, Anda sendiri yang menyutradarai kehidupan Anda, Anda sendiri yang menjadi produser dalam kisah kehidupan Anda, Anda sendiri yang menjadi bintang yang memerankan isi skenario yang Anda tulis tersebut, dan Anda sendiri yang memilih rekan- rekan bintang pendukung untuk memuluskan cerita di skenario Anda. Artinya, kisah kehidupan Anda prosesnya sama seperti kisah pembuatan sebuah film. Ciptakanlah sebuah film kehidupan Anda seperti yang Anda angan-angankan.

4. memimpin diri sendiri berarti Anda harus benar-benar tahu tentang cara kerja menuju sukses dengan mengoptimalkan semua potensi diri sendiri. Anda harus menunjukkan kekuatan yang menakjubkan dari pikiran Anda. Anda harus berpikir untuk memenangkan semua impian dan harapan Anda. Anda harus berani melihat diri Anda telah berhasil.
Anda harus konsisten untuk mengharapkan hal-hal besar hadir ke dalam kehidupan Anda. Anda harus bekerja keras dalam tanggung jawab untuk membuat hidup Anda bahagia, sehat, sejahtera, dan melanjutkan perjalanan kehidupan Anda ke level sukses yang lebih tinggi.

5. Leadership adalah ilmu dan keterampilan yang harus dikuasai tiap manusia untuk menjadi seorang khalifah fil ardh di muka bumi ini

Kesimpulan Saya adalah leadership wajib dipleajari KARENA tiap manusia adalah khalifah fil ardh di bumi ini.

Sumber : Wikipedia.com