Sabtu, 17 Maret 2012 | By: Adi W.B.A

PRAKTIK LARUTAN BUFFER

Dalam entri baru ini saya akan memberikan contoh laporan kimia, percobaan yang saya lakukan bersama teman - teman saya adalah mengenai larutan buffer berikut laporannya

LARUTAN BUFFER

Tujuan : Mempelajari perbedaan antara perubahan pH larutan buffer dan bukan larutan buffer karena penambahan sedikit asam,basa atau penyangga.

Teori : Pengertian larutan penyangga :

Larutan penyangga atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.

Larutan penyangga tersusun dari asam lemah dengan basa konjugatnya atau oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi di antara kedua komponen penyusun ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi.

Komponen larutan penyangga terbagi menjadi :

§ Larutan penyangga yang bersifat asam

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang merupak

an basa konjugasi dari asamnya. Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa kuat yang digunakan seperti natrium, kalium, barium, kalsium, dan lain-lain.

§ Larutan penyangga yang bersifat basa

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih.

Perhitungan pH larutan penyangga :

§ Larutan penyangga asam Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:

§ [H+] = Ka x a/valxg

§ atau

§ pH = p Ka - log a/g

dengan, Ka = tetapan ionisasi asam lemah

a = jumlah mol asam lemah

g = jumlah mol basa konjugasi

§ Larutan penyangga basa

Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:

§ [OH-] = Kb x b/v

alxg

§ atau

§ pH = p Kb - log b/g

dengan, Kb = tetapan ionisasi basa lemah

b = jumlah mol basa lemah

g = jumlah mol asam konjugasi

Alat dan Bahan :


Cara Kerja :

1. 15 ml larutan CH3COOH 0,1 M dicampurkan dengan15 ml larutan CH3COONa 0,1 M. Kemudian ukurlah pH campuran itu dengan menggunakan indicator universal.

2. Campuran pada cara kerja 1 dibagi ke dalam 3 gelas kimia masing-masing 10 ml. Berilah nomor 1, 2, dan 3 pada gelas kimia tersebut.

3. 1 ml, 5 ml, dan 10 ml larutan HCl 0,1 M ditambahkan ke dalam gelas kimia 1 dengan menggunakan pipet. Aduk larutan dan ukur pH larutan pada setiap penambahan.

4. 1 ml, 5 ml, dan 10 ml larutan NaOH 0,1 M ditambahkan ke dalam gelas kimia 2. Ukurlah pH larutan pada setiap penambahan.

5. 10 ml aquadest ditambahkan ke dalam gelas kimia 3. Ukur pH larutan pada setiap penambahan.

6. Ulangi langkah 1-5, namun larutan penyangga diganti dengan NaCl 0,1M.

Hasil Pengamatan :

Pertanyaan :

1. Bagaimanakah pengaruh penambahan asam, basa dan pengenceran terhadap besar pH pada masing-masing larutan ?

Jawab : Pada saat larutan penyangganya CH3COOH + CH3COONa larutan tersebut dapat mempertahankan pHnya tetapi saat NaCl karena larutan garam jadi tidak dapat mempertahankan pH.

2. Larutan manakah yang bersifat buffer/penyangga ?

Jawab : CH3COOH + CH3COONa

3. Mengapa larutan buffer dapat mempertahankan pH ?

Jawab : Karena mengandung campuran asam lemah dengan garamnya atau basa lemah dengan garamnya.

Kesimpulan :

Jadi, kesimpulan dari percobaan yang kami lakukan adalah larutan CH3COOH + CH3COONa merupakan larutan yang bersifat buffer, dan larutan yang bersifat buffer itu dapat mempertahankan pH karena mengandung campuran asam lemah dengan garamnya atau basa lemah dengan garamnya, tetapi jika NaCl karena larutan garam jadi tidak dapat mempertahankan pH.

0 komentar:

Poskan Komentar